Cara Menghitung Pajak Reklame Jakarta

huruf timbul tangerang, neon box tangerang

Bagaimana Cara Menghitung Pajak Reklame Jakarta?

Tidak sedikit orang yang kurang mengerti atau mengalami kesulitan dalam menghitung pajak khususnya reklame. Sehingga ketika kita mengurus reklame untuk iklan atau promosi tertentu, kita menjadi malas membayangkan harganya yang katanya sangat mahal. Padahal sebenarnya harga pajak reklame masih cukup terjangkau lho !!!. Oleh karena itu, untuk bisa memprediksi pajak iklan tersebut Anda harus mengetahui formulanya.

Apa itu reklame?

Reklame merupakan media iklan dan promosi berukuran besar yang ditempatkan pada wilayah strategis yang sering dilalui oleh banyak orang, misalnya: tepi jalan raya, perempatan dll. Isi reklame merupakan iklan dengan slogan dan ilustrasi yang menarik yang didedikasikan kepada para pengendara kendaraan maupun pejalan kaki yang melintas.

Sebelum membahas tentang cara menghitung pajak reklame Jakarta perlu diketahui bahwa pajak reklame terbagi atas reklame produk dan non produk.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menghitung pajak reklame Jakarta:

  1. Bahan yang dipakai
  2. Jenis reklame
  3. Lama tayang reklame
  4. Lokasi pemasangan
  5. Ukuran reklame
  6. Kelas jalan
  7. Jumlah reklame

Berikut adalah rumus menghitung pajak reklame Jakarta

Nilai Pajak = Tinggi Reklame (m) x Lebar Reklame (m) x Harga Pajak* x Lama Pemasangan (hari) × 25%.

Khusus untuk produk alcohol dan rokok ditambah 25%. Untuk perizinan kontruksi baru wajib mempunyai izin IP (ijin kontruksi) IMBR, ijin lokasi Dinas Pertamanan, SKPD dll.

Keterangan:

* Di dalam rumus pajak reklame Jakarta, ada point harga pajak atau nilai sewa reklame, hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kelas jalan yang terbagi menjadi beberapa area yakni:

  1. Protokol C misalnya jalan yang tembus menuju protokol B
  2. Protokol A misalnya Jalan Thamrin dan Sudirman
  3. Protokol B misalnya Jalan menghubungkan ke protokol A dari Jalan Cipulir-Ciledug-Seskoal
  4. Lingkungan
  5. Ekonomi III
  6. Ekonomi II
  7. Ekonomi I

Nilai sewa reklame (NSR) per luas ukuran reklame 1 m2, dalam sehari dan untuk ketinggian dibawah 15 m untuk kelas jalan Protokol A jenis reklame produk adalah 125 ribu dan untuk reklame non produk hanya 25 ribu, NSR Protokol B jenis reklame produk adalah 100 ribu dan untuk reklame non produk hanya 20 ribu. NSR untuk Protokol C jenis reklame produk adalah 75 ribu dan untuk reklame non produk hanya 15 ribu.

NSR untuk Ekonomi kelas I jenis reklame produk adalah 50 ribu dan untuk reklame non produk hanya 10 ribu. NSR untuk Ekonomi kelas II jenis reklame produk adalah 30 ribu dan untuk reklame non produk hanya 5 ribu. NSR untuk Ekonomi kelas III jenis reklame produk adalah 15 ribu dan untuk reklame non produk hanya 3 ribu. Sedang untuk kelas jalan lingkungan  untuk jenis reklame produk adalah 10 ribu dan untuk reklame non produk hanya 2 ribu.

Contoh Cara Menghitung Pajak Reklame Jakarta

Perusahaan X hendak memasang iklan di baliho dengan ukuran 4 x 8 meter selama7 hari di Protokol A tepatnya di area kuningan. Mohon dibuatkan harga penawarannya.

Jumlah Pajak = 4 x 8 x 125.000 x 7 hari x 25 % = Rp 7.000.000,00

Cara menghitung pajak reklame Jakarta tidak sulit bukan, kini anda bisa memperkirakan biaya pajak reklame yang terjangkau dan andapun bisa membuat produk bisnis anda semakin terkenal dan meraih omset yang melejit.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *